Dibalik event “Bisa Bikin Brand” @subiakto di Sentulfresh

Bisa Bikin brand pak biKali ini saya mau menulis PR admin komunitas Frozenfood Indonesia untuk menyelenggarakan event pertama yang melibatkan PAKAR atau orang lain di luar komunitas frozeners. Pilihan jatuh kepada bapak Subiakto yang sudah tersohor sebagai pakar branding di Indonesia.

Siapa yang tidak kenal pak Bi, demikian beliau akrab disebut oleh teman-teman facebooker’s. Pak Bi yang saya ketahui di facebook sebagai ikon Rumah UKM selalu fokus menulis soal branding di wall beliau.   Rumah UKM didedikasikan sebagai “rumah” atau wadah bagi para UKM, Usaha Kecil dan Menengah Indonesia yang saat ini menjadi issue yang “seksi” digarap.

Waw.. seksi..? yaa.. UKM atau UMKM adalah komoditas yang sangat seksi untuk digarap.   Di era MEA, pasar bebas, free trade dan istilah lainnya yang keren-keren itu ditiupkan oleh media massa sehingga terkesan menakut-nakuti dunia usaha. Kenapa UKM menjadi isue penting di era digital ini? Padahal jelas bahwa dunia usaha yang mendominasi perekonomian Indonesia ini dikuasai oleh cukong-cukong dan juga pemburu rente yang tidak mau kerja keras memproduksi barang dan jasa.

UKM dikenal sebagai pilar perekonomian rakyat kecil yang kuat dan lentur. Kuat, karena dengan modal sedikit UKM bisa jalan dan menghidupi keluarganya. Lentur, karena sebagai usaha yang tumbuh dari bawah dan seringkali disejajarkan dengan kaki lima, UKM selalu kuat bertahan meskipun di garuk oleh satpol PP yang tidak ber-perikemanusiaan. Tatkala digaruk, lapak yang tidak permanen dibongkar habis. Rombong atau gerobak dibawa oleh truk satpol PP ke markasnya dan kudu ditebus dengan sejumlah rupiah.

Begitulah.. UKM yang menjadi basis perekonomian rakyat. Sejatinya dengan keadaan demikian, perhatian dari pemerintah seharusnya lebih fokus untuk pemberdayaan UKM. Saat ini menjamur lembaga pemberdayaan UKM dalam berbagai nama yang intinya mengambil peluang “modal atau capital” yang akan dikucurkan ke UKM melalui lembaga tersebut.

So… Indonesian Frozenfood Community atau secara simpel saya sebut Frozeners dalam posisi sebagai perkumpulan para produsen makanan beku yang harus melek digital dan tentu saja harus bisa menjual produknya ke pasar bebas. Dan salah satunya harus melek BRAND.

Ingat Branding, ingat Subiakto. Ingat Subiakto, ingat Branding. Begitu kata pak Bi menterjemahkan definisi branding secara simpel. Jadi branding harus bisa dibolak-balik. Dari titik ini, bu Yuyun Anwar sebagai praktisi kuliner pangan yang menjadi member frozenfood indonesia mengusulkan nama pak Bi sebagai pembicara Brand.

Ibu Yuyun dalam kesehariannya juga merupakan trainer bagi rumah UKM sehingga tidaklah sulit bagai frozeners untuk mengontak pak Bi. Di susunlah strategi simpel dan kalo bisa sih PAHE khusus untuk frozeners. Sebenarnya gak pahe-pahe amat, karena uang 1,5 juta adalah investasi yang lumayan juga bagi kantong UKM. Tapi it’s oke lah, kita go show saja.

Lampu hijau di berikan oleh bu Yuyun. Pak Bi sudah oke untuk memberikan one day workshop. Pelatihan branding pak Bi adalah small class, maksimal 20 orang. Sebagai PIC dari frozeners ibu Risa Utami yang tampil kemuka.

Waktu yang relatif singkat untuk “memasarkan” workshop ini ternyata cukup membuat deg-degan PIC nya. Buris kabarnya sering tidur tak enak, makan pun tak nyenyak, hehehe. Tak apalah.. para admin frozeners yang berjumlah total 12 orang siap mem-back up acara ini.

Meeting admin Komunitas Frozenfood Indonesia di Mpekmoy DETOS
Meeting admin Komunitas Frozenfood Indonesia di Mpekmoy DETOS

Di mulai dari meeting di WA grup admin, dimulailah soft selling workshop brand. Tidak cukup sampai disitu, kami bersepakat untuk kopdar membahas persiapan workshop pak Bi. Tempat yang dipilih adalah depok, di DETOS, di outlet ibu Sinta Damayanti pemilik mpekmoy. Pemilihan Depok ini sebenarnya karena posisi depok berada di tengah dikarenakan admin frozeners ada yang tinggal di planet Bekasi dan Bogor.

Pada hari H, yaitu Sabtu 19 maret 2016, acara alhamdulillah berlangsung lancar dan frozeners serta pembicara PUAS dengan suguhan makanan frozenfood. Pak Bi ternyata memiliki pemahaman bahwa fozenfood itu akan merubah cita rasa sehingga di benak beliau makanannya akan biasa-biasa saja. Alhasil.. dari bisik bisik sesama admin, ternyata pak Bi bolak balik ke meja makanan. Ternyata beliau pun mengakui bahwa makanan beku itu ternyata enak… enak banget malahan..hahahaha…

Eh.. bu Risa selain deg-degan gak bisa tidur, juga berasa kayak ngunduh mantu. Habis acara langsung tepar teler. Ternyata ada juga lho admin yang deg-degan khawatir ikan asin balado nya terlalu sedikit. Ternyata alih alaih disajikan di meja, malahan itu ikan asin ngumpet di tas.. OMG  kog bisa yaa?.

baca juga: Bisa Bikin Brand Bersama pak Subiakto dan Frozeners di Sentulfresh, 19 Maret 2016

Begitulah suka duka kami yang baru kali ini mengadakan event Bisa Bikin Brand yang melibatkan pembicara kaliber nasional. Mudah-mudahan event ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi kami untuk membuat event yang lebih baik dan lebih meriah lagi.

Salam Frozeners…

Advertisements

2 thoughts on “Dibalik event “Bisa Bikin Brand” @subiakto di Sentulfresh

  1. Pingin bisa bergabung di komunitas frozener, tapi apakah bisa secara jarak yang terbentang jauuhhh…

    Like

    1. Bisa saja bu Dewi. Sesuai namanya, frozeners, komunitas ini berisi produsen makanan beku. apakah produk ibu makanan beku? jika ya, maka silahkan kirimkan data nya ke kami.
      Terima kasih

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s