Belajar Bisnis (bagian terakhir)

Ini adalah tulisan ketiga saya mengenai bagaimana saya Belajar Bisnis On The Street bersama komunitas-komunits bisnis

Well … di tulisan kedua sudah saya singgung mengenai Komunitas Frozenfood Indonesia.Komunitas ini adalah sekumpulan produsen makanan beku yang bergabung menjadi satu komunitas Frozenfood Indonesia.

Saya kutip dari situs www.frozener.com, bahwa “Berawal ikut serta dalam program BPOM pelatihan Bimtek mengenai Teknologi dan Keamanan Produk Pangan Beku pada 25 Agustus 2015, para peserta berinisiatif melanggengkan komunikasi antar-sesama UKM Frozen Food di social media melalui grup Whatsapp.

Puncaknya pada 12 September 2015 peserta UKM Frozen Food mengadakan kopi darat di Sentulfresh Indonesia, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, UKM Frozen Food bermusyawarah dan bermufakat untuk membentuk satu wadah komunitas yang diberi nama Komunitas Frozenfood Indonesia (Frozenfood Indonesian Community). Pada awalnya anggotanya hanya terdiri dari UKM Frozen Food dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Tangerang Selatan, Bekasi, Subang, Surabaya, kemudian berkembang dan bertambah dari berbagai daerah lainnya yaitu Malang, Tegal, Semarang, Padang, Surabaya dan lain-lain. Continue reading “Belajar Bisnis (bagian terakhir)”

Advertisements

Memori Rumah Tahfidz Akbar, 10 januari 2013

Iseng-iseng saya membuka koleksi foto di laptop Dell merah kesayangan saya, saya klik folder 2013, edisi januari saya melihat foto para Santri Rumah Tahfidz Akbar di Mushola Baitur-rahma.

Wajah ceria dan sumringah terpancar di wajah mereka.  Pada hari itu ada “hadiah” dari kami selaku pemilik Rumah Tahfidz Akbar karena 3 orang santri berhasil menamatkan 1 juz Al Qur’an, tepatnya juz ke 30 (juz Amma).

rumah tahfidz akbar - webPada tahun 2013 tersebut jumlah santri Rumah Tahfidz Akbar masih cukup banyak.  Dengan dua orang staf pengajar (Ustadz) yaitu Ustadz Nasikhun dan Ustadz Farkhan, rumah tahfidz kami tiap hari senin hingga jumat sungguh meriah.  Hilir mudik para santri perempuan dan laki-laki keluar masuk farm, dari pagi hingga sore.

Santri rumah tahfidz Akbar kebanyakan adalah anak-anak usia SD.  mengapa usia SD? Karena pada usia tersebut mereka relatif masih sedikit kontaminasi dengan dunia luar.  Dunia mereka adalah dunia bermain.  Jika bermain diselingi dengan menghafal Al Qur’an, alangkah indahnya. Continue reading “Memori Rumah Tahfidz Akbar, 10 januari 2013”

Suka duka membangun Rumah Tahfidz Akbar, Sentulfresh

rumah tahfidz akbar - webSaya ingin melanjutkan cerita tentang bagaimana naik turunnya semangat kami di awal pendirian Rumah Tahfidz Akbar yang berada di Sentulfresh ini.

Seperti layaknya iman, yang terkadang naik dan terkadang turun, demikian pula dengan jumlah santri rumah tahfidz Akbar.  Kadang yang datang banyak, terkadang hanya sedikit yang ikut ngaji.

Untuk memberi stimulant bagi para santri tahfidz yang kebanyakan anak-anak kecil, saya dan istri sepakat untuk memberikan kue atau cemilan pada saat mereka selesai ngaji.

Jadual mengaji adalah senin hingga jum’at pada pukul 08.00-09-30 (pagi hari), 13.00 – 14.00 (siang hari) dan pukul 15.30 – 16.30 (sore hari). Hari sabtu libur, sedangkan hari minggu diadakan majelis dhuha di Musholla Baitur-Rahma. Continue reading “Suka duka membangun Rumah Tahfidz Akbar, Sentulfresh”

Menunggu Isya bersama santri Rumah Tahfidz Akbar

shalat 5 waktu tepat waktu
Rukuklah bersama orang yg rukuk

Menunggu waktu shalat Isya adalah waktu yang cukup pendek dibandingkan dengan waktu antara zhuhur ke Ashar dan Ashar ke Magrib. Menunggu waktu Isya lazim dilakukan oleh para santri penghafal Al Qur’an, tidak terkecuali santri Rumah Tahfidz Akbar.

Salah satu kewajiban santri Rumah Tahfidz adalah menghafal Al Qur’an, dilakukan sendirian ataupun bersamaan dengan yang lain. Terkadang mereka “mojok” di pinggiran mushola untuk mendapatkan konsentrasi yang tinggi, tetapi seringkali mereka berbarengan menghafal, terutama untuk surat surat pilihan seperti Ar-Rahmaan, Al Mulk, Yassin, dll.
Continue reading “Menunggu Isya bersama santri Rumah Tahfidz Akbar”