Skip to content
Zulham Ariansyah
Zulham Ariansyah

Belajar Menjadi Orang Baik

  • Home
  • Belajar Bisnis
  • Artikel
  • Sisi Lain
  • Sentulfresh
  • Ponpes Tahfidz Akbar
  • About Me
Zulham Ariansyah

Belajar Menjadi Orang Baik

Handoko Subali, Tas Elizabeth Dukung si Kecil

administrator, March 8, 2015

Handoko Subali, Pendiri tas Elizabeth

tas elizabethModal awal pembuatan tas Elizabeth tidak lebih dari Rp. 50,000 dengan sebuah mesin jahit tua. Pekerjanya hanya seorang tukang dibantu seorang laden. Istrinya membantu membuat pola dan memotong bahan yang akan dijahit. Setelah jadi Handoko menjajakan barang buatannya sendiri.

Dalam bisnis jangan takut rugi, karena berbagi untung dengan “si kecil”. Berbagi untung dengan “si kecil” malah bisa sebaliknya, yakni menambah keuntungan karena stok barang bertambah sehingga tiras penjualan juga meningkat.

Begitulah prinsip bisnis Handoko Subali, yang kecil hidup berdampingan dengan yang besar. Saling menguntungkan satu sama lainnya, simbiose mutualisma. Yang besar tidak mencaplok yang kecil.

Handoko pernah bekerja sebgai tenaga pemasaran, pada tahun 1960-an, sebuah perusahaan tas dengan gaji sekitar Rp. 10,000 per bulan. Setiap hari, ia berkeliling kota Bandung dengan sepeda tuanya, menjajakan barang-barangnya dari pasar satu ke pasar lainnya. Katanya, “ kadang pesanan sedikit saja”.

Demikianlah, lama kelamaan ia tahu pasar dan bisa tahu keinginan/selera pembeli. Handoko dan istrinya, Elizabeth, berfikir untuk mencoba membuka usaha sendiri.

TRAVEL BAG

Pengusaha yang lahir di Purwakarta 27 Juli 1928 itu memulai usahanya pada tahun 1961 dengan modal hanya Rp. 50,000. Handoko memilih membuat tas perjalanan (travel bag) karena dua pertimbangan. Pertama, selama menjadi salesman, ia banyak memilki kenalan, baik pemilik toko maupun pemilik kios yang menjual tas. Kedua, setiap orang yang bepergian pasti membutuhkan tas.

Ketika penjualan sudah mulai meningkat, Handoko dan istri mulai memikirkan nama dari usaha tas ini. Terpikirkan untuk memberi nama tas Elizabeth, dengan alasan nama tersebut populer karena nama Ratu Inggris dan juga nama tersebut adalah nama istrinya.

Merk Dagang tas Elizabeth terus meroket dan selama hampir 15 tahun penjualan naik terus hingga karyawan dan keluarganya lebih dari 500 jiwa di tampung oleh keluarga Handoko ini. Sebagian dari pekerjanya yang mampu, memisahkan diri dari peusahaan. Namun jika mereka kesulitan modal dan pemasaran, Handoko siap membantu mereka.

KEMITRAAN

Menyadari betapa cepatnya perubahan desain tas, apalagi tas wanita, Handoko dan istrinya tidak jarang berburu model tas hingga ke luar negeri seperti Jepang, Singapura, dan Perancis. Barang-barang import tersebut “dibedah” lalu dibuatkan pola. Dengan ditambahkan beberapa aksesoris, maka jadinya tas bergaya import.

Handoko dalam berbisnis tas Elizabeth mengadakan kemitraan dengan lebih dari 300 orang perajin. Dia tidak takut kehilangan keuntungan karena kalah bersaing dengan 300 anak asuh yang ia bina. Handoko menganggap anak asuhnya yang tersebar terssebut sebagai mitra usaha dalam berbagi keuntungan.

“Prinsip kami sebagai mitra, bagaimana bisa hidup berdampingan dan saling menguntungkan,” katanya. Bahwa kemudian dia mendapatakn penghargaan Upakarti Jasa Kepeloporan 1997, handoko sama sekali tidak menduga.

“Saya tidak tahu apa yang saya kerjakan itu rupanya merupakan bentuk kemitraan yang dianjurkan pemerintah.” Katanya lugu.

MAKIN POPULER

Pikirannya untuk menjalin kerjasama usaha dengan perajin adalah sederhana saja. Melalui kerjasama bisa lebih ekonomis, walaupun diakuinya adak sulit melakukan pengawasan. Bahkan tidak jarang ia harus menanggung resiko rugi.

“Namanya juga orang usaha,” katanya. Ia memberikan contoh bagaimana seorang bekas karyawannya yang kemudian memisahkan diri untuk mandiri ber wirausaha, kabur setelah diberi bantuan modal dan barang.

Handoko tidak gentar. Hingga lebih dari 30 tahun, ia membuktikan bahwa usaha tas Elizabeth nya terus berkibar dan para perajin yang ber mitra menyumbang 70% target produksinya yang mencapai 30,000 lusin per tahun.

sumber: Kompas (Her SUGANDA)

Share this:

  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on X (Opens in new window) X

Like this:

Like Loading...

Related

Belajar Bisnis Inspirasi Belajar bisnis tas elizabethBisnis tashandoko subaliTas Elizabeth

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Es Yoghurt Sentulfresh, solusi mengatasi rendahnya harga susu

January 26, 2015

Banyak cara peternak sapi perah bertahan untuk tetap memelihara hewan ternaknya.  Ada yang berusaha memproduksi pakan sendiri, ada juga yang mengelola sendiri dari mencari rumput, memerah, dan menjual hasil susunya. Ada juga yang berusaha dengan meningkatkan nilai tambah / “value added” misalnya dengan menjual susu dalam kemasan ataupun membuat yoghurt….

Share this:

  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on X (Opens in new window) X

Like this:

Like Loading...
Read More
Artikel KSN sentul international convention centre sicc

Menimba Ilmu di Kopdar Saudagar Nusantara (KSN) 2017 Bersama Akbar

October 29, 2017

Hari Sabtu 28 Oktober 2017, Saya dan anak sulung saya, M Akbar Rasyid mengunjungi SICC untuk menimba ilmu di Kopdar Saudagar Nusantara (KSN) 2017 yang baru pertama kali berlangsung. KSN 2017, demikian kami menyebutnya, adalah perhelatan besar yang di inisiasi oleh Kang Rendy Saputra, seorang anak muda yang memiliki semangat…

Share this:

  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on X (Opens in new window) X

Like this:

Like Loading...
Read More

Rumah Ilmu Sentulfresh edisi ketiga

March 23, 2014

Minggu 23 Maret 2014 adalah jadual pelatihan bagi peserta Rumah Ilmu Sentulfresh jilid ketiga. Para peserta sebagian besar mahasiswa STEI Tazkia yang menghuni kampus di kawasan Sentul City. Satu persatu peserta baru datang ke pendopo Sentulfresh, tempat yang biasanya digunakan untuk para siswa TK dan SD pada program Sentulfresh Edufarm…

Share this:

  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on X (Opens in new window) X

Like this:

Like Loading...
Read More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Menggali Kreativitas Santri Ponpes Tahfidz Akbar
  • Belajar Jualan di Shopee
  • Mengikuti Kajian Rutin KMS IPB 31
  • Berburu Buku di Market Place
  • Apa itu Komunitas Jual Beli Berkah secara online?

Categories

  • Artikel
  • Belajar Bisnis
  • Bisnis Ayam Broiler
  • Catatan Pinggir
  • Celoteh di Facebook
  • Harga Posko Ayam
  • Harga Posko Telur
  • Inspirasi
  • Ippho Santosa
  • Kata Bijak
  • Pertanian
  • pesantren akbar
  • Peternakan
  • Rumah Tahfidz Akbar
  • Sapi Kurban Terbesar
  • Sentulfresh in Media
  • Sentulfresh Indonesia
  • Sisi Lain
  • Wisata Edukasi

Archives

  • October 2020
  • September 2020
  • February 2020
  • January 2020
  • November 2019
  • June 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • July 2017
  • May 2017
  • January 2017
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016
  • July 2016
  • June 2016
  • May 2016
  • April 2016
  • March 2016
  • February 2016
  • January 2016
  • December 2015
  • September 2015
  • July 2015
  • June 2015
  • April 2015
  • March 2015
  • February 2015
  • January 2015
  • April 2014
  • March 2014
©2026 Zulham Ariansyah | WordPress Theme by SuperbThemes
%d