Perkara Mudah atau Sulit itu Tergantung Sudut Pandang

Setelah mengeluarkan koleksi burung kicauan abang Akbar, dan menunggu beberapa burung diberi jangkrik dan kroto, maka saya ke pendopo 1 Sentulfresh, bercengkrama dengan para mahasiswa magang dari Universitas Lampung dan STEI Tazkia.

Seperti biasa, sembari mengecek PR mereka untuk menuliskan artikel untuk http://www.botaniku.com, saya tanya kepada Shintia, salah satu mahasiswa jurusan Agribisnis FP UNILA tentang new project nya untuk membuat website justspeakindonesia.

Website tersebut tampilannya sudah oke, untuk ukuran pemula.  Saya kira semuanya baik-baik saja alias sudah beres karena kemarin saya beri buku panduan membuat website berbasiskan wordpress kepada Shintia untuk dipelajari.  Setelah ditanya, ia hanya senyum dan bilang bahwa ada yang salah dengan setingan website nya.

Well…. setelah saya tanyakan, memang terlihat bahwa mereka belum bisa membedakan antara static page, custom url, dan categories.  Untuk membuat MENU website, kita perlu membuat skema atau rancangan diatas kertas seperti apa main menu, root menu dan lain lain.

Tak perlu waktu lama, saya jelaskan secara singkat, mungkin butuh waktu 15 menit, sehingga mereka mengerti dan akhirnya dengan dibantu oleh saya, hanya sekitar 5-10 menit, penyusunan menu di website tersebut selesai.  Saya tanya : “kamu berapa jam menyelesaikan ini hingga selesai?”.  Jawab Shintia yang diamini oleh Ade, “lama pak… setelah bapak keluar dari pendopo ini kami oprek-oprek website dan gak nemu-nemu gimana caranya”.

Ya sudah… akhirnya saya kuliah singkat selama sekitar 30 menit bagaimana perbedaan sudut pandang bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda. Kemudian bagaimana merubah mindset negatif menjadi positive mindset menurut saya pribadi.

Pemikiran Om Bob Sadino yang bilang bahwa “saya menggoblokkan diri saya sendiri sebelum menggoblokkan orang lain”, dan “orang goblok itu sulit mendapatkan pekerjaan, akhirnya buka usaha sendiri.  Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar” dan beberapa motivasi dari om Bob yang saya kutip dari buku beliau, selalu saya utarakan kepada para mahasiswa magang tersebut.

Saya pun selalu bilang kepada mereka bahwa jika anda ingin jadi pengusaha atau pebisnis, berhentilah berfikir untuk kuliah (lagi) dengan melanjutkan ke S2 dan S3, karena niscaya kalian akan goblok beneran.  Kan jelas berbeda tujuan.  Sekolah S2 aatau S3 itu biasanya untuk jadi dosen atau peneliti. Jarang sekali yang menjadi pengusaha.

Secara berseloroh, salah satu friend saya di facebook, berkata bahwa 80 persen pengusaha sukses adalah S1 pak, bukan orang sekolahan.  Ya… tetapi yang paling banyak duitnya adalah biasanya yang drop out dari sekolahan.  Aneh bukan?

belajae menjadi pengusahaSiapa yang tidak kenal Mark Zukerberg, pendiri facebook yang fenomenal.  Ia mencaplok instagram dan mengkoneksikannya ke dalam satu platform yang saling sinergi antara intagram dan facebook.  Fakta nya adalah ia tidak menyelesaikan pendidikannya di Universitas Harvard.

Kita jangan tiru Mr Mark, tetapi tirulah seloroh teman saya tadi, yang kenalan dia orang Indonesia, yang berbisnis di bidang pakan (ayam dan ikan) sebagian besar yang sukses adalah berpendidikan S-1.  So.. selesaikan S-1 kalian, wahai mahsiswa magang.  cepat-sepat selesai dan cepat-cepat buat bisnis di kampung kamu setelah pulang dari Sentulfresh.  Minimal usaha membuat website dan sebagai writer content, kamu sudah bisa hidup alias membiayai uang jajanmu.

Kembali bagaimana merubah mindest negatif ke mindset positif tadi.

Membuat website adalah perkara sulit, sebelum mereka (mahasiswa magang) tadi masih di kampus.  Boro-boro buat website, nulis konten aja jarang.  Kan gak punya blog pak.  Begitu kata mereka.

“Ya… sulit atau tidak itu bergantung dari sudut mana anda melihatnya,” demikian kata saya.  Kog bisa?.  Saya ambilkan contoh, sekarang saya ada di samping kamu, membantu kamu membuatkan menu website, kan hanya 5-10 menit.  Padahal kemarin bisa ber jam jam tidak selesai.  Jadi perkara sulit atau mudah itu tergantung bagaimana kita saja.

Kalau mau cepat, pergilah ke ahli pembuat website, minta ajarin dan belajar langsung membuat website dan praktek.  selesai sudah dalam waktu tidak berapa lam.  Kalo mau agak lambat, beli buku, download tutorial membuat website dan percayalah.. paling cepat 1 bulan selesai, atau sial-sialnya 2 bulan, kayak saya sendiri.  Saya adalah korban dari ketidaktahuan saya dalam mencari guru, hehehe.

Saya ajarkan mereka teknik merubah mindset, dari yang tadinya negative statement menjadi positive statement. dan itu perlu dipraktekkan, bukan cuma teori saja. Latihan secara konsisten dan bergurulah dengan mentor.  Mentor itu DICARI.  Jangan hanya berkhayal mau punya mentor yang baik dan tidak sombong. mau punya mentor yang mau menumpahkan semua ilmunya ke kita.  Buku pun bisa menjadi mentor yang baik, asalkan tidak salah baca buku.

Saya kira cukup itu dulu #edisicurhat di blog sendiri.  Tulisan ini saya buat dengan gregetan, gara gara saya dihujat karena menuliskan kata GOBLOK dan CUCI OTAK.  Mungkin terlalu vulgar tulisannya.  Tapi tidak apa-apa.  Kritikan sangat pedas insha Allah akan membuat saya bertambah GOBLOK dan saya harus belajar lagi supaya GOBLOKnya makin nambah.

Sentulfresh, 13 Agustus jam 01.59 PM

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s